Festival Musim Gugur Seoul 2026: Panduan Jadwal 73 Hari

Terakhir diperbarui: 2026-09-09

«Oktober ke Seoul masih sempat lihat kembang api, kan?» Tabel 73 hari festival musim gugur 2026: yang harus dibooking duluan justru bukan tiket festivalnya

«Awal Oktober ke Seoul, kembang apinya masih ada kan?» Temanku melempar pertanyaan itu minggu lalu, tepat waktu aku lagi membuka kalender acara musim gugur Kota Seoul sampai halaman ketiga, dan jariku berhenti di kotak bulan September.

Aku juga awalnya mengira puncak musim gugur di Seoul adalah kembang api di atas Sungai Han, jadi waktu menyusun rute aku refleks mengosongkan akhir pekan pertama Oktober. Begitu dicek beneran, ternyata Seoul International Fireworks Festival (서울세계불꽃축제) tahun 2026 maju sekitar tiga minggu — sudah kelar di Yeouido pada 5 September — dan acara itu bahkan tidak masuk periode Seoul Autumn Festa sama sekali. Satu temuan ini langsung mengubah saran yang aku kasih ke temanku: akhir pekan awal Oktober tidak perlu dikosongkan demi kembang api, karena yang benar-benar berlangsung di Seoul hari-hari itu adalah acara lain.

Yang lebih merepotkan justru informasi berbahasa Inggris. Aku membandingkan beberapa halaman rangkuman acara versi Inggris, dan yang tertulis di sana masih «40 hari, 116 karya, mulai 21 September» — itu angka tahun lalu. Kota Seoul kali ini memperpanjang periodenya dari 40 hari menjadi 73 hari, dan karya peserta naik dua kali lipat dari 116 menjadi 245 (Maeil Ilbo dan New Daily sama-sama memuat angka ini). Kalau kamu pesan tiket pesawat berdasarkan halaman Inggris itu, kamu telat tiga hari, dan masih mengira acaranya bubar akhir Oktober.

Makanya 73 hari itu aku bentangkan satu per satu. Bukan dipilah per jenis pertunjukan, tapi per «tanggal berapa, di mana, dan perlu keluar uang duluan atau tidak».

Bentangkan Dulu 73 Harinya: Tanggal × Lokasi × Perlu Booking atau Tidak

Periode resmi 2026 Seoul Autumn Festa adalah 18 September sampai 29 November, total 73 hari, mencakup 38 festival dan 478 pertunjukan, dengan 558 program rinci dan 2.014 sesi, tersebar di 117 teater dan panggung terbuka. Tabel di bawah cuma memuat jadwal yang menurutku layak bikin kamu menggeser rencana perjalanan. Tanggalnya aku ambil dari portal festival resmi Kota Seoul, FUN SEOUL.

TanggalAcaraLokasiPerlu booking?
18 September (Jumat) 19:30Pertunjukan pembukaan «Seoul, Menari di Sungai Han (서울, 한강에서 춤을)»Taman Sungai Han TtukseomOutdoor dan gratis, tapi kamar malam itu rebutan
19–20 SeptemberSeoul Street Arts Festival (서울거리예술축제)Taman Sungai Han Ttukseom, Seoul ForestGratis, tidak perlu
19–20 SeptemberSeoripul Music Festival (서리풀뮤직페스티벌)Banpo-daeroGratis, tidak perlu
2–19 SeptemberSeoul International Dance Festival (SIDance)Naru Art Center dan venue lainBerbayar, tapi cuma dua hari terakhir yang masuk periode
Sepanjang periode478 pertunjukan (Daehangno, DDP Art Hall, dll.)117 venue indoor dan outdoorPerlu — tiketnya dibuka bertahap lewat situs resmi
16 Oktober–18 NovemberNowon Moonlight Walk (노원달빛산책)Nowon-guGratis, rentangnya sebulan lebih, tak perlu ngejar tanggal
17–23 OktoberSeoul Silver Grass Festival ke-25 (서울억새축제)Haneul Park, World Cup ParkGratis masuk, 09:00–21:00
29–31 OktoberJeongdong Night Stroll (정동야행)Kawasan JeongdongGratis, cuma tiga hari
Mulai 1 NovemberSeoul Lantern Festival (서울빛초롱축제)CheonggyecheonGratis, jalan terus sampai 31 Januari
17 NovemberSeoul International Art Forum (SAFT)Venue belum diumumkanCara pendaftaran belum diumumkan
29 NovemberPenutupan

Ada dua hal di tabel itu yang baru aku sadari waktu membacanya untuk kedua kali. Pertama, soal penjualan tiket 478 pertunjukan tadi: Kota Seoul sendiri menulis bahwa informasinya «dibuka bertahap lewat situs resmi dan kanal media sosial», artinya kalau kamu cek sekarang kemungkinan besar yang muncul cuma kerangkanya, detailnya masih harus ditunggu. Kedua, tiga acara di bulan September itu numpuk di akhir pekan yang sama, dan dua di antaranya berada di penggal Sungai Han yang sama. Kalau tiket pesawat pun belum kamu sentuh, halaman rute Korea Selatan di Trip.com menaruh tiket pesawat dan potongan tiket wisata di satu tempat — lihat rentang harganya dulu, baru balik lagi mencocokkan tanggal, jauh lebih cepat begitu.

Kolom Paling Penting di Tabel Itu Ada di Ujung Kanan

Dari sebelas baris, yang benar-benar menuntut kamu keluar uang lebih dulu cuma dua. Sisanya tinggal masuk saja — tanpa tiket, tanpa reservasi, tanpa sistem antrean.

Terus terang, «booking duluan» selama 73 hari ini tidak pernah berarti tiket festival. Yang dimaksud adalah penginapan, penggal perjalanan dari bandara, dan kursi pertunjukan indoor. Ini persis yang paling sering kebalik: kamu habis waktu mencari tiket yang memang tidak ada, sementara harga kamar untuk malam pembukaan pelan-pelan naik tanpa kamu sadari. Kalau kamu mau membandingkan promo Korea yang lagi jalan di beberapa platform sekaligus, halaman promo Korea di 1stCoupon mengumpulkannya dalam satu halaman, jadi tak perlu buka tiga tab.

18–20 September: Tiga Acara Numpuk di Satu Akhir Pekan, Dua di Tepi Sungai yang Sama

Pertunjukan pembukaan digelar 18 September pukul 19:30 di Taman Sungai Han Ttukseom, dan Kota Seoul memperkirakan sekitar sepuluh ribu warga ikut serta. Hari itu Jumat. Sabtu dan Minggu setelahnya, Seoul Street Arts Festival menyusul di Taman Sungai Han Ttukseom yang sama plus Seoul Forest, sementara Seoripul Music Festival berjalan bersamaan di Banpo-daero, di seberang sungai. Tiga acara, dua sisi tepian, satu akhir pekan penuh.

Susunan begini pengaruhnya langsung terasa ke rencana perjalanan. Kalau kamu mau menyabet pembukaan dan festival seni jalanan sekaligus, cari penginapan di sekitar Seongsu, Ttukseom, atau Wangsimni — jangan asal pesan di Myeongdong karena kebiasaan. Waktu itu aku menginap di Hongdae demi menghemat biaya kamar, lalu tiap hari menyeberangi separuh Seoul untuk menonton acara di sisi timur; naik subway bolak-balik plus transit memakan satu setengah jam per hari. Setelah pulang aku hitung ulang, dan selisih harga kamar yang aku hemat sama sekali tidak menutup waktu yang hilang. Sebaliknya, kalau yang kebagian cuma acara di Seocho, menginap di Gangnam justru lebih enak.

Kekurangan bagian ini juga perlu aku sebut terang-terangan: pilihan makan di sisi timur lebih sedikit daripada Myeongdong, dan itu makin kentara setelah pukul sepuluh malam. Perhatikan juga bahwa tepi Sungai Han sudah mulai dingin waktu malam di bulan September, sementara pertunjukan pembukaan adalah acara outdoor yang mulai pukul 19:30 dan pihak penyelenggara tidak mengumumkan jam selesainya — bawa jaket dari awal. Di periode ini kawasan Gyeongbokgung mulai penuh orang yang menyewa hanbok, dan pengalaman hanbok di Gyeongbokgung yang sudah termasuk Bukchon dan Changdeokgung menyatukan ganti baju, tatanan rambut, dan dua istana dalam satu paket — lebih ringkas daripada kamu keliling satu-satu.

17–23 Oktober: Festival Ilalang Memang Gratis, tapi 291 Anak Tangganya Tidak

Seoul Silver Grass Festival tahun ini memasuki edisi ke-25, digelar 17 sampai 23 Oktober di Haneul Park, World Cup Park, buka pukul 09:00 sampai 21:00, dan masuknya tidak dipungut biaya. Alamatnya di Haneul Gongwon-ro 95, Mapo-gu; dari Stasiun World Cup Stadium jalur 6 keluar pintu 1, jalan kaki sekitar sepuluh menit.

Yang gratis adalah masuknya, bukan naik ke atasnya. Dari pintu taman ke padang ilalang, kamu harus menaiki 291 anak tangga, atau naik kereta wisata Maengkkongi (맹꽁이열차) di dalam kawasan seharga ₩3.000 pulang-pergi (sekitar Rp36.000). Biaya kecil ini jarang ditulis di panduan mana pun. Tapi kalau kamu membawa orang tua atau mendorong stroller, justru angka inilah yang menentukan jadi atau tidaknya kunjungan. Padang ilalangnya ada di dataran terbuka di puncak, dan sore hari ada tata cahaya, jadi pukul 16:00 sampai 19:00 selama tujuh hari itu adalah jam paling padat.

Tempat ini tidak cocok buat kamu yang sama sekali tidak ingin jalan kaki. Risikonya: 291 anak tangga tanpa lift, dan kereta wisatanya harus diantre saat jam ramai. Penyelenggara tidak mengumumkan berapa lama antrean di jam puncak, dan aku juga tidak menemukan datanya — jadi yang bisa aku bilang cuma bahwa menghindari tiga jam menjelang malam itu lebih aman.

Ada satu persoalan geografis lagi. Haneul Park berada di Mapo-gu, sisi barat Seoul, sedangkan acara-acara September menumpuk di Seongdong-gu di sisi timur, dengan seluruh pusat kota di antaranya. Kalau dalam satu perjalanan kamu mau kedua sisi, sisakan minimal satu hari khusus untuk menyeberangi kota. Pertengahan sampai akhir Oktober juga kebetulan saat daun musim gugur di pinggiran Seoul mulai enak dilihat. Penulis itinerary delapan hari musim gugur di Mimi韓 berangkat awal November, dan periode berburu daun yang dia sarankan adalah akhir Oktober sampai awal November. Kalau mau lebih aman, tur sehari ke Seoraksan dari Seoul sudah membungkus transportasi ke Gangwon-do, jadi kamu tak perlu repot mengecek jadwal bus antarkota. Soal seberapa jauh selisih waktu daun berubah warna antara pusat Seoul dan luar kota, sudah aku bedah per minggu di artikel tentang memilih Seoul atau Busan untuk berburu daun musim gugur Korea.

November: Begitu Lampunya Menyala, Festivalnya Justru Sudah Mau Tutup

Seoul Lantern Festival menyalakan lampunya di Cheonggyecheon pada 1 November dan berlangsung sampai 31 Januari tahun berikutnya. Artinya, irisannya dengan periode festival cuma dari 1 sampai 29 November, dan acara ini sendiri sama sekali tidak buru-buru — datang bulan Desember pun masih kebagian. Nowon Moonlight Walk berjalan dari 16 Oktober sampai 18 November, sama-sama acara panjang yang «tak perlu dikunci tanggalnya».

Yang benar-benar sering disalahpahami adalah Seoul Light Gwanghwamun (서울라이트 광화문). Banyak orang mencampurnya dengan festival lampion tadi, padahal periodenya 11 Desember sampai 3 Januari 2027 — waktu acara itu dimulai, festival musim gugurnya sudah tutup dua belas hari sebelumnya. Jadi kalau kamu ingin menonton festival dan seni media di Gwanghwamun dalam satu perjalanan, waktunya memang tidak ketemu: entah kamu geser seluruh rencana ke Desember, atau terima bahwa yang satu ini terlewat.

Bulan November langit Seoul gelap lebih cepat, sekitar pukul lima sore sudah remang, jadi acara-acara bertema pemandangan malam malah jadi lebih worth it. Hal seperti tiket observatorium Lotte World Tower, yang intinya berdiri di atas dan melihat seluruh kota menyala, lebih masuk akal dijadwalkan bulan ini ketimbang musim panas, karena kamu tidak perlu menunggu sampai pukul delapan atau sembilan malam.

Bandara ke Pusat Kota: Selisih Harga Terbesar di Sepanjang Perjalanan

Uang tiket yang kamu hemat dari festival gampang sekali balik keluar semua begitu kamu keluar dari imigrasi Bandara Incheon. Selisih empat cara masuk kota ini bukan level beda beberapa ribu rupiah — bedanya berkali-kali lipat. Sehabis sekitar tujuh jam terbang dari Soekarno-Hatta, salah pilih moda di sini rasanya perih.

CaraTarif sekali jalanKe Stasiun SeoulFrekuensi
AREX Express (langsung)₩13.000 (sekitar Rp156.000); anak ₩9.500 (sekitar Rp114.000)43 menittiap sekitar 40 menit
AREX kereta biasa₩4.450 (sekitar Rp53.000) Terminal 1 / ₩5.050 (sekitar Rp61.000) Terminal 260 menit lewat sedikittiap 10–12 menit
Bus bandara 6001/6002/6015 (Myeongdong, Hongdae, Dongdaemun)₩17.000 (sekitar Rp204.000)60–80 menittergantung rute
Bus bandara 6701/6702 (Gwanghwamun, Stasiun Seoul, Itaewon)₩18.000 (sekitar Rp216.000)60–80 menittergantung rute
Taksi₩60.000–80.000 (sekitar Rp720.000–960.000), plus tol ₩7.900 (sekitar Rp95.000)60–80 menitstop di tempat

Tarif dan waktu tempuhnya aku ambil dari rangkuman transportasi Bandara Incheon versi Rosa Round the World. Kurs kasarnya ₩1 kira-kira Rp12, dan sebaiknya kamu cek lagi sebelum berangkat. Hitungannya jadi lebih jelas kalau ditotal untuk satu perjalanan: dua orang pulang-pergi berarti empat kali jalan, dan selisih antara kereta ekspres dan kereta biasa adalah ₩34.200 (sekitar Rp410.000). Bahkan kalau tiket ekspresnya kamu tekan lewat tiket sekali jalan AREX diskon 20% menjadi ₩10.400 (sekitar Rp125.000), selisihnya masih ₩23.800 (sekitar Rp286.000) — dan yang kamu beli dengan uang itu adalah dua puluh menit per perjalanan, alias delapan puluh menit untuk empat kali jalan. Berarti ₩298 (sekitar Rp3.600) per menit.

Patokan pribadiku begini: kalau bawa koper besar atau bawa anak, ₩298 per menit itu sebenarnya membeli «tidak perlu berdesakan di peron», dan itu sepadan; kalau berdua sesama dewasa dengan bawaan ringan, kereta biasa dengan jarak antarkeberangkatan sepuluh menitan sudah lebih dari cukup. Soal bus bandara, rute 6001 ke Myeongdong seharga ₩17.000, alias ₩12.550 (sekitar Rp151.000) lebih mahal daripada kereta biasa, tapi bus itu menurunkan kamu berikut koper tepat di depan hotel tanpa transit. Dengan tiket bus bandara diskon 5%, tarifnya turun ke ₩16.150 (sekitar Rp194.000), hemat ₩850 (sekitar Rp10.000). Taksi, sekalipun patungan berdua, tetap ₩34.000 sampai ₩44.000 (sekitar Rp408.000–528.000) per orang — hampir delapan sampai sepuluh kali lipat kereta biasa — dan aku cuma pakai itu waktu mendarat tengah malam dan busnya sudah habis.

Satu detail kecil yang ternyata berguna: bus malam N6703 berujung ke arah COEX dan Lotte World. Kalau penerbanganmu red-eye dan penginapanmu di Gangnam atau Jamsil, rute ini lebih menolong daripada yang kamu bayangkan.

Hari-Hari Hujan: Mustahil 73 Hari Cerah Semua

Sembilan puluh persen acara di tabel itu digelar di luar ruangan. Musim gugur Seoul memang musim ternyaman sepanjang tahun, tapi dalam 73 hari pasti ada beberapa hari hujan atau angin kencang sampai kamu tidak bisa berdiri tenang — dan sisi lain dari acara gratis di luar ruangan adalah «kalau batal, tidak ada yang bisa dikembalikan ke kamu».

Caraku begini: setiap tiga hari aku menyiapkan satu cadangan indoor, tidak dimasukkan ke jadwal, dan baru dikeluarkan kalau cuacanya jelek. Tiket COEX Aquarium diskon 15% adalah kartu cadangan paling berguna di sisi Gangnam. COEX sendiri menyambung ke mal besar dan perpustakaan Starfield, jadi saat hujan kamu bisa menghabiskan satu sore penuh tanpa keluar gedung. Di sisi utara, ruang pameran indoor di sekitar Gyeongbokgung dan Museum Rakyat Nasional Korea sanggup mengisi setengah hari.

Jangan beli cadangan terlalu awal, ya. Masa berlaku tiket semacam ini kebanyakan ditulis «mengikuti ketentuan pembelian», dan syaratnya beda-beda tiap penyedia — sebelum jadwalmu benar-benar fix, cukup simpan dulu di wishlist. Perhatikan juga bahwa syarat di halaman promo bisa berganti kapan saja, jadi lebih aman kalau kamu konfirmasi ulang seminggu sebelum berangkat.

Paket Tur atau Rakit Sendiri? Aku Hitung Dua Cara Beli di Hari yang Sama

Aku tadinya mengira stok produk Korea ini cuma digarap satu platform. Setelah dicek, ternyata tidak: Klook, KKday, dan Trip.com sama-sama punya promo aktif di rute Korea, jadi soal ini memang bisa benar-benar dibandingkan.

Cara menilaiku cuma dua garis. Garis pertama: «hari itu kamu harus melintasi berapa wilayah administratif». Untuk perjalanan seperti Seoraksan yang pulang-pergi minimal enam jam dan masih butuh sambungan transportasi, merakit sendiri berarti kamu harus mengecek jadwal bus, menghitung waktu pulang, dan menanggung risiko keterlambatan; paket tur memindahkan seluruh risiko itu keluar dari pundakmu. Hari seperti itu, beli paket. Sebaliknya, hari seperti festival ilalang yang cuma satu stasiun subway dan masuknya gratis, membeli paket sama saja membayar untuk selembar peta rute yang bisa kamu jalani sendiri.

Garis kedua: «total belanjamu sepanjang trip ini berapa». Promo potongan minimum belanja di KKday baru aktif di angka NT$1.500 (sekitar Rp770.000), dan halaman promo minimum belanja untuk produk Korea cocok kalau kamu menyatukan akuarium, observatorium, dan tur sehari dalam satu kali checkout — apalagi kalau kamu bayar pakai kartu kredit atau e-wallet seperti ShopeePay yang lagi ada cashback, potongannya bisa bertumpuk. Tapi kalau kamu cuma beli satu tiket, ambang minimum belanja itu malah membuatmu belanja tambahan demi mengejar angka; ambangnya juga bisa berbeda di halaman mata uang yang lain, cek dulu di keranjangmu. Ketentuan tiga platform ini tidak sama, dan di halaman Klook biasanya aku lihat dulu ada tidaknya promo beli-satu-gratis-satu, karena besaran diskon bentuk itu jauh lebih gampang dihitung daripada diskon persen.

Jadi kesimpulanku: akhir pekan pembukaan di September rakit sendiri saja (acaranya gratis, jaraknya dekat); hari berburu daun di pertengahan sampai akhir Oktober beli paket (jauh, risikonya tinggi); dan penggal bandara dibeli duluan apa pun ceritanya, karena itu satu-satunya bagian yang «kalau tidak dibeli, sudah pasti mahal».

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Q1: Apakah Seoul Autumn Festa perlu beli tiket? Acara ini bukan satu pertunjukan bertiket tunggal, melainkan payung yang menaungi 38 festival dan 478 pertunjukan. Bagian outdoor-nya — pertunjukan pembukaan, festival seni jalanan, festival ilalang, festival lampion Cheonggyecheon — semuanya gratis masuk; sementara pertunjukan di teater indoor menjual tiketnya masing-masing. Kota Seoul menjelaskan bahwa informasi penjualan tiket dibuka bertahap lewat situs resmi dan kanal media sosial, jadi wajar kok kalau sekarang kamu belum menemukan detailnya.

Q2: Kalau berangkat Oktober, masih sempat lihat Seoul International Fireworks Festival? Tidak sempat. Seoul International Fireworks Festival tahun 2026 maju sekitar tiga minggu: pra-acara 4 September dan acara utama 5 September, digelar di sekitar Yeouido dan Taman Sungai Han Ichon. Acara itu terpisah dari festival musim gugur, yang baru dimulai 18 September. Kalau kembang api adalah tujuan utamamu, berarti harus menunggu tahun depan — dan tahun depan pun jangan berasumsi acaranya pasti jatuh di bulan Oktober.

Q3: Bagaimana cara naik ke Haneul Park di festival ilalang, dan apakah bayar lagi? Masuknya gratis. Dari pintu taman ke padang ilalang di puncak, kamu harus menaiki 291 anak tangga, atau naik kereta wisata Maengkkongi seharga ₩3.000 pulang-pergi (sekitar Rp36.000). Dari Stasiun World Cup Stadium jalur 6 keluar pintu 1, jalan kaki ke pintu masuk sekitar sepuluh menit. Jam bukanya 09:00 sampai 21:00, dan sore hari ada tata cahaya, jadi setelah pukul empat sore adalah waktu paling ramai.

Q4: Festival lampion dan Seoul Light Gwanghwamun itu acara yang sama? Bukan, dan jaraknya jauh. Seoul Lantern Festival di Cheonggyecheon berlangsung 1 November sampai 31 Januari tahun berikutnya, jadi masuk periode festival; sedangkan Seoul Light di Gwanghwamun Square berjalan 11 Desember sampai 3 Januari 2027, waktu festival musim gugurnya sudah tutup. Kalau kamu mau menonton keduanya, jadwalmu harus digeser ke Desember dan tidak bisa ditaruh di November.

Sumber Referensi

🎁

Semua Promo

Tur Sehari Lihat Daun Momiji Taman Nasional Seoraksan (Berangkat dari Seoul)

Gangwon-do

Tidak Perlu Kode
Dapatkan Penawaran

Pengalaman Hanbok di Istana Gyeongbokgung, Desa Hanok Bukchon & Istana Changdeokgung (Termasuk Tatanan Rambut Korea)

Seoul

Tidak Perlu Kode
Dapatkan Penawaran

Seoul Myeongdong, Euljiro: Kelas Tari K-Pop + Pengambilan Gambar & Editing

Seoul

Tidak Perlu Kode
Dapatkan Penawaran

Pengalaman Hana Mud Spa Myeongdong (Khusus Wanita)

Seoul

Tidak Perlu Kode
Dapatkan Penawaran

Pengalaman Swanny Spa & Massage | Myeongdong Seoul

Seoul

Tidak Perlu Kode
Dapatkan Penawaran

Seoul Myeongdong: Pijat Tubuh & Perawatan Wajah ala Korea Dream Esthe

Seoul

Tidak Perlu Kode
Dapatkan Penawaran

Pengalaman Tatanan Rambut Hallyu K-Pop & K-Drama Argyol Myeongdong

Seoul

Tidak Perlu Kode
Dapatkan Penawaran

Pengalaman Sewa Hanbok Istana Gyeongbokgung (Disediakan oleh Hae and Dal Hanbok)

Seoul

Tidak Perlu Kode
Dapatkan Penawaran

Analisis Warna Pribadi dan Makeup di Myeongdong Seoul

Seoul

Tidak Perlu Kode
Dapatkan Penawaran

Sewa Mobil Seoul | Sewa Mobil Lotte World, Istana Gyeongbokgung, N Seoul Tower, Lotte World Tower Seoul Sky, Pulau Nami

Seoul

Tidak Perlu Kode
Dapatkan Penawaran

Tur Berpemandu Sehari Penuh Istana Gyeongbokgung & N Seoul Tower

Seoul

Tidak Perlu Kode
Dapatkan Penawaran

Pengalaman Hanbok Dorothy Hanbok (Dekat Istana Gyeongbokgung)

Seoul

Tidak Perlu Kode
Dapatkan Penawaran

Kelas Dansa Kpop Terbaik di Myeongdong Seoul (Foto & Video)

Seoul

Tidak Perlu Kode
Dapatkan Penawaran

Myeongdong: Pengalaman Pijat Seluruh Tubuh & Kepala Condition (Seoul)

Seoul

Tidak Perlu Kode
Dapatkan Penawaran

Tur Seoul Istana Gyeongbokgung, Desa Hanok, Pasar Gwangjang

Seoul

Tidak Perlu Kode
Dapatkan Penawaran

Pengalaman Foto Hanbok di Istana Gyeongbokgung Seoul [Hansungan]

Seoul

Tidak Perlu Kode
Dapatkan Penawaran

Cocorea Tata Rambut & Rias / Analisis Warna Pribadi | Myeongdong, Seoul

Seoul

Tidak Perlu Kode
Dapatkan Penawaran

Rekam Momen Seoul-mu: Pengalaman Aksesori Hanbok Kerang Najeon Myeongdong

Seoul

Tidak Perlu Kode
Dapatkan Penawaran

Warna, Makeup, Fashion & Analisis Wajah Myeongdong

Seoul

Tidak Perlu Kode
Dapatkan Penawaran

Tur Perpustakaan Langit Berbintang Suwon dan Benteng Hwaseong dari Seoul

Suwon

Tidak Perlu Kode
Dapatkan Penawaran

Tur Eksplorasi K-Beauty & Jiwa Raga 3 Hari Seoul

Seoul

Tidak Perlu Kode
Dapatkan Penawaran

[Seoul Haebangchon] Pengalaman Membuat Jimat Keberuntungan Tradisional Korea

Seoul

Tidak Perlu Kode
Dapatkan Penawaran

Pengalaman Tata Rambut & Rias Wajah Soonsoo Cheongdam Seoul

Seoul

Tidak Perlu Kode
Dapatkan Penawaran

Air Mata dan Kemerdekaan: Tur Jalan Kaki Berpemandu Sejarah Kelam Korea

Seoul

Tidak Perlu Kode
Dapatkan Penawaran

Seoul: Pengalaman Sewa Hanbok Tradisional

Seoul

Tidak Perlu Kode
Dapatkan Penawaran

Tur Sehari Kereta Gantung Cheongpung Lake dan Bendungan Uirimji Seoul

Jecheon

Tidak Perlu Kode
Dapatkan Penawaran

Tur DMZ (Berangkat dari Seoul): Museum JSA, Ceramah Langsung Pembelot Korea Utara, Jembatan Merah

Gyeonggi-do

Tidak Perlu Kode
Dapatkan Penawaran

Tur Sehari Chungju dari Seoul: Kereta Gantung Danau Cheongpung & Pohon Ginkgo Emas

Jecheon

Tidak Perlu Kode
Dapatkan Penawaran

Tur Rekaman Langsung Acara Tangga Lagu K-POP Seoul

Seoul

Tidak Perlu Kode
Dapatkan Penawaran

Layanan Cat & Keriting Rambut Lee Chul Hair KerKer Wangsimni Seoul

Seoul

Tidak Perlu Kode
Dapatkan Penawaran

Tur Gunung Seoraksan dari Seoul | Jalur Pemandangan Indah & Panorama Gunung Berwarna-Warni

Gangwon-do

Tidak Perlu Kode
Dapatkan Penawaran

Wisata Pelabuhan Pesiar Seoul dari Incheon (Jaminan Perjalanan Pulang)

Incheon

Tidak Perlu Kode
Dapatkan Penawaran

Sewa Mobil Pribadi 10 Jam dari Seoul: Pulau Nami, Alpaca World & Sokcho

Seoul

Tidak Perlu Kode
Dapatkan Penawaran

Pulau Nami, Kereta Gantung Samaksan, Alpaca World, Rail Bike Gangchon (Berangkat dari Seoul)

Gangwon

Tidak Perlu Kode
Dapatkan Penawaran

Hongdae VOG Hair: Makeover Rambut Gaya Korea di Ruang Privat 1-on-1

Seoul

Tidak Perlu Kode
Dapatkan Penawaran

Kelas Pengalaman Dance K-Pop Profesional Sehari Hongdae

Seoul

Tidak Perlu Kode
Dapatkan Penawaran

Tur Sehari Incheon dari Seoul: Ganghwa Slope Slider, Sepeda Rel, Feri Burung Camar

Incheon

Tidak Perlu Kode
Dapatkan Penawaran

Pengalaman Analisis Warna Pribadi dan Layanan Rias Wajah di Colorize, Gangnam, Seoul

Seoul

Tidak Perlu Kode
Dapatkan Penawaran

[Studio Cosmos] Studio Foto: Layanan Makeup, Tata Rambut & Fotografi Profesional

Seoul

Tidak Perlu Kode
Dapatkan Penawaran

Berangkat dari Seoul - Tur Sehari Musim Gugur Hutan Gunung Jangtaesan & Toko Roti Seongsimdang

Chungju

Tidak Perlu Kode
Dapatkan Penawaran

Tur Sehari Tempat Tersembunyi Pulau Nami Seoul

Gangwon

Tidak Perlu Kode
Dapatkan Penawaran

Kelas Memasak K-Food | Buat Sendiri Hidangan Khas Korea

Seoul

Tidak Perlu Kode
Dapatkan Penawaran

Pesiar Sungai Han E-LAND Yeouido Seoul

Seoul

Tidak Perlu Kode
Dapatkan Penawaran

Tur Internal Resmi MBC: Lokasi Syuting Drama Korea & Tur VIP Studio Film

Seoul

Tidak Perlu Kode
Dapatkan Penawaran

Tur Fotografi Golden Hour Seoul (Pemandu Sejarawan)

Seoul

Tidak Perlu Kode
Dapatkan Penawaran

[Lihat Daun Momiji] Tur Sehari Seoraksan / Naejangsan (Berangkat dari Seoul)

Jeongeup

Tidak Perlu Kode
Dapatkan Penawaran

Pemotretan Foto Hanbok Seoul (Opsi Sewa Hanbok)

Seoul

Tidak Perlu Kode
Dapatkan Penawaran

Sewa Mobil Pribadi Seoul ke Pusat Kota Seoul / Pinggiran Seoul / Gangwon-do (Pulau Nami / Alpaca World / Sokcho)

Seoul

Tidak Perlu Kode
Dapatkan Penawaran

Seoul: Kelas Dance K-Pop Dekat Lotte World/Lotte Tower (Termasuk Video)

Seoul

Tidak Perlu Kode
Dapatkan Penawaran

Diagnosis Warna Color Signal & Pengalaman Rias Wajah di Gangnam, Seoul

Seoul

Tidak Perlu Kode
Dapatkan Penawaran
Pang - Penguji Lapangan Wisata & Kuliner

Pang

Penguji Lapangan Wisata & Kuliner

Editor traveling & kuliner lapangan. Ke luar negeri minimal 5 kali setahun — biasa nongkrong di satu toko selama 3 sore atau makan masakan yang sama di 3 kota sebelum menulis. Pengujian first-person, observasi lapangan, kunjungan ulang berkali-kali.